Pengertian Aqidah Secara Bahasa (Etimology)
Kata aqidah diambil dari kata dasar al-Aqd yaitu al-Rabith (ikatan), al-Ibram (pengesahan), al-Ahkam (penguatan), al-Tawuts (menjadi kokoh, kuat), al-Syadd bi quwwah (pengikatan dengan kuat), dan al-Itsbat (penetapan).
Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil keputusan. Sedang pengertian aqidah dalam agama maksudnya adalah berkaitan dengan keyakinan dan sekaligus perbuatan. Seperti aqidah dengan adanya Allah dan diutusnya pada Rasul.
Bentuk jamak dari aqidah adalah aqa-id.
Jadi kesimpulannya, apa yang telah menjadi ketetapan hati seorang secara pasti adalah aqidah; baik itu benar atau pun salah.
b)Pengertian Aqidah Secara Istilah (Terminologi)
Aqidah menurut istilah adalah perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tentram karenanya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh, yang tidak tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan.
Pengertian aqidah menurut jumhur ulama’ adalah:
“Ikatan seorang hamba (makhluk) dengan Tuhan (Kholiq) nya yaitu Alloh SWT. dan Nabi Nya yaitu Muhammad SAW. dengan ikrar syahadat yaitu “Tiada Tuhan selan Alloh dan Muhammad adalah Rosul Alloh”. Ikatan tersebut mengikatkan diri kepada Alloh SWT. dan Nabi Muhammad SAW. beserta seluruh hukum-hukumnya. Keyakinan inilah yang disebut sebagai dasar iman.
Pengertian iman yaitu:
"Meyakini dengan hati, menyatakan dengan lisan dan melaksanakan keyakinan dengan seluruh anggota badan".
II. Ruang Lingkup Pembahasan Aqidah
Aqidah mencakup arkanul iman(rukun iman) yaitu iman kepada Alloh SWT., para Malaikat Nya, Kitab-Kitab Nya, para Nabi dan Rosul Nya, qodho dan qodhar, dan hari kiamat.
1) Iman kepada Alloh SWT. yaitu mengimani Nya sebagai Rob (Pencipta, Pengatur dan Pemelihara), Malik (Penguasa dan Pelindung), dan Ilah (Sesembahan).
2) Iman kepada Malaikat Nya (jama dari Malak) yaitu mengimani akan keberadaan para Malak, minimal yang 10 (Jibril as., Mikail as., Isrofil as., Ijroil as., Munkar as., Nakir as., Roqib as., Atid as., Malik as., dan Ridwan as.) dan tugas-tugasnya di alam semesta termasuk tugas-tugasnya yang berkaitan dengan manusia.
3) Iman kepada Kitab-Kitab Nya yang mengimani kepada Kitab-Kitab terdahulu yaitu Taurat, Zabur dan Injil, dan Kitab penyempurnanya yaitu Al Qur’an.
4) Iman kepada para Nabi dan Rosul Nya yaitu mengimani para Nabi dan Rosul yang jumlahnya ribuan orang yang diturunkan kepada umat tertentu serta Nabi dan Rosul yang diturunkan untuk seluruh alam yaitu Nabi Muhammad SAW. minimal mengimani kepada Nabi dan Rosul yang 25 orang dari Nabi Adam as. sampai dengan Nabi Muhammad SAW. dan mengikuti seluruh ajaran-ajaran, keistimewaan dan teladan hidupnya.
5) Iman kepada hari kiamat yaitu mengimani akan datangnya hari kebangkitan setelah kehidupan di alam dunia ini penghisaban terhadap semua amal perbuatan jin dan manusia. Siapa saja yang berbuat baik selama di dunia pasti mengharapkan datangnya hari kiamat untuk memperoleh balasan amal sholehnya, sebaliknya orang yang selama di dunia sesat dan berbuat kemunkaran maka pasti tidak menginginkan datangnya hari kiamat tersebut. Hari kiamat ini akan datang setelah tegaknya kembali Khilafah ala Manhajin Nubuwwah yang terakhir, lalu khilafah runtuh dan tidak ada lagi orang yang beriman kepada Alloh SWT., kemudian hari kehancuran terjadi dan setelah itu kiamat terjadi.
6) Iman kepada qodho dan qodhar Nya. Qodho yaitu ketentuan Alloh SWT. yang telah ditetapkan semenjak azali (zaman awal penciptaan) yang bersifat tidak akan berubah selamanya, seperti kehidupan, kematian, rizki, pasangan hidup, surga dan neraka. Qodhar secara bahasa berarti ‘ukuran’, yaitu ukuran terwujudnya ketentuan Alloh SWT. sesuai dengan ikhtiarnya masing-masing makhluk. Iman kepada qodho berarti mengimani ketentuan Alloh SWT. yang tidak akan berubah dan mengimani qodhar yang harus diusahakan sebaik-baiknya oleh makhluk (jin dan manusia).
silahkan komentarAqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil keputusan. Sedang pengertian aqidah dalam agama maksudnya adalah berkaitan dengan keyakinan dan sekaligus perbuatan. Seperti aqidah dengan adanya Allah dan diutusnya pada Rasul.
Bentuk jamak dari aqidah adalah aqa-id.
Jadi kesimpulannya, apa yang telah menjadi ketetapan hati seorang secara pasti adalah aqidah; baik itu benar atau pun salah.
b)Pengertian Aqidah Secara Istilah (Terminologi)
Aqidah menurut istilah adalah perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tentram karenanya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh, yang tidak tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan.
Pengertian aqidah menurut jumhur ulama’ adalah:
“Ikatan seorang hamba (makhluk) dengan Tuhan (Kholiq) nya yaitu Alloh SWT. dan Nabi Nya yaitu Muhammad SAW. dengan ikrar syahadat yaitu “Tiada Tuhan selan Alloh dan Muhammad adalah Rosul Alloh”. Ikatan tersebut mengikatkan diri kepada Alloh SWT. dan Nabi Muhammad SAW. beserta seluruh hukum-hukumnya. Keyakinan inilah yang disebut sebagai dasar iman.
Pengertian iman yaitu:
"Meyakini dengan hati, menyatakan dengan lisan dan melaksanakan keyakinan dengan seluruh anggota badan".
II. Ruang Lingkup Pembahasan Aqidah
Aqidah mencakup arkanul iman(rukun iman) yaitu iman kepada Alloh SWT., para Malaikat Nya, Kitab-Kitab Nya, para Nabi dan Rosul Nya, qodho dan qodhar, dan hari kiamat.
1) Iman kepada Alloh SWT. yaitu mengimani Nya sebagai Rob (Pencipta, Pengatur dan Pemelihara), Malik (Penguasa dan Pelindung), dan Ilah (Sesembahan).
2) Iman kepada Malaikat Nya (jama dari Malak) yaitu mengimani akan keberadaan para Malak, minimal yang 10 (Jibril as., Mikail as., Isrofil as., Ijroil as., Munkar as., Nakir as., Roqib as., Atid as., Malik as., dan Ridwan as.) dan tugas-tugasnya di alam semesta termasuk tugas-tugasnya yang berkaitan dengan manusia.
3) Iman kepada Kitab-Kitab Nya yang mengimani kepada Kitab-Kitab terdahulu yaitu Taurat, Zabur dan Injil, dan Kitab penyempurnanya yaitu Al Qur’an.
4) Iman kepada para Nabi dan Rosul Nya yaitu mengimani para Nabi dan Rosul yang jumlahnya ribuan orang yang diturunkan kepada umat tertentu serta Nabi dan Rosul yang diturunkan untuk seluruh alam yaitu Nabi Muhammad SAW. minimal mengimani kepada Nabi dan Rosul yang 25 orang dari Nabi Adam as. sampai dengan Nabi Muhammad SAW. dan mengikuti seluruh ajaran-ajaran, keistimewaan dan teladan hidupnya.
5) Iman kepada hari kiamat yaitu mengimani akan datangnya hari kebangkitan setelah kehidupan di alam dunia ini penghisaban terhadap semua amal perbuatan jin dan manusia. Siapa saja yang berbuat baik selama di dunia pasti mengharapkan datangnya hari kiamat untuk memperoleh balasan amal sholehnya, sebaliknya orang yang selama di dunia sesat dan berbuat kemunkaran maka pasti tidak menginginkan datangnya hari kiamat tersebut. Hari kiamat ini akan datang setelah tegaknya kembali Khilafah ala Manhajin Nubuwwah yang terakhir, lalu khilafah runtuh dan tidak ada lagi orang yang beriman kepada Alloh SWT., kemudian hari kehancuran terjadi dan setelah itu kiamat terjadi.
6) Iman kepada qodho dan qodhar Nya. Qodho yaitu ketentuan Alloh SWT. yang telah ditetapkan semenjak azali (zaman awal penciptaan) yang bersifat tidak akan berubah selamanya, seperti kehidupan, kematian, rizki, pasangan hidup, surga dan neraka. Qodhar secara bahasa berarti ‘ukuran’, yaitu ukuran terwujudnya ketentuan Alloh SWT. sesuai dengan ikhtiarnya masing-masing makhluk. Iman kepada qodho berarti mengimani ketentuan Alloh SWT. yang tidak akan berubah dan mengimani qodhar yang harus diusahakan sebaik-baiknya oleh makhluk (jin dan manusia).
No comments:
Post a Comment
silahkan berkomentar